image
2011 ACURA TL

Front-wheel-drive car
280-horsepower 3.5-liter V6 engine
5-speed automatic transmission

Read More
image
Alfa Romeo GIULIA

Price: USD 35,000 range
Engine: Pentastar 3.3-liter V6 engine with MultiAir technology
Horse Power: approximately 300 horsepower

Read More
The Alfa Romeo 169 is an all new rear wheel drive design study from the Italian automaker and is slated to replace the Alfa Romeo 166 due to the current sedan’s lackluster sales performance. Read More

Hobi

Olahraga

  • Marco Huck Marco Huck (born November 11, 1984 as Muamer Hukić in Sjenica, Serbia) is a German professional boxer...

Otomotif

  • Giulia Alfa Romeo is gearing up for the release of its latest baby, the Giulia. It’s a long time coming considering...

MISTERI DUNIA

Makhluk Aneh Muncul dan Gegerkan China

Last Updated on Tuesday, 22 February 2011 15:53

Tags: alien dan makhluk aneh | artikel | misteri dunia | ufo

Sebuah makhluk aneh nan misterius ditemukan oleh seorang nelayan China. Makhluk tersebut sangatlah aneh dan berwujud seperti gabungan antara dinosaurus dan kura-kura. Sun Yongcheng sedang menangkap ikan di danau Weishan Propinsi Anhui, ketika dikejutkan oleh hasil tangkapan yang tak lazim. Penduduk menamakannya sebagai buaya penyu. Melihat dari bentuknya, diyakini bahwa hewan itu bukan merupakan hewan asli dari daerah tersebut. Menurut petugas dinas perikanan setempat, spesies aneh itu berasal dari Amerika Utara, dan mungkin saja merupakan binatang peliharaan seseorang yang kemudian terdampar di danau. Bisa jadi melihat perwujudannya yang tak lazim, makluk aneh seberat 7 kg tersebut bisa membahayakan bagi kelangsungan ekosistem lokal.

“Aku tiba-tiba terkejut ketika sesuatu yang hitam dan besar dan menakutkan tersangkut di jala. Perlu usaha keras untuk mengelurakn hewan tersebut,” kata Sun. Menurut juru bicara Bro Pemancingan Jining, penemuan ini merupakan kasus pertama yang ditemukan di danau yang menjadi pusat sistem perairan lokal.

“Seseorang mungkin telah membuangnya ke danau, yang sesungguhnya dapat membahayakan ekologi lokal,” tambahnya.

sumber : www.koranbaru.com

 

 

Mahasiswa Sains Yogyakarta Mengaku Membuat Crop Circle Berbah

Last Updated on Wednesday, 26 January 2011 01:57

Tags: crop circle | jogja | ufo

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Entah benar atau tidak, tiba-tiba saja seorang mahasiswa asal Yogyakarta mengaku sebagai orang yang 'mendesain' crop circle di Desa Jogotirto, Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta yang bikin heboh masyarakat sekitar.

Dalam sebuah situs, mahasiswa tersebut mengatakan bahwa "jejak UFO" di areal persawahan tersebut dibikin oleh mahasiswa Sains MTK dan Pertanian.

Seperti dikutip situs StudentMagz.com, Selasa (25/1/2011), ide membuat crop circle itu muncul ketika dia sedang berlibur. "Dari pada pusing mikirin Gayus, mending bikin heboh aja," kata mahasiswa MIPA di sebuah kampus di Yogyakarta.

Adapun alasan lain ia membuat pola unik tersebut, yakni, ingin mempraktekan kemampuan matematika terapan dan keahlian desain, termasuk di antaranya cari sensasi.

Mahasiswa itu mengaku, pola unik yang saling simetris berdiameter 30-an meter itu ia buat bersama enam teman. Namun bagaimana cara membuat pola itu, mahasiswa ini enggan menjelaskan.

Situs StudentMagz melengkapi pengakuan mahasiswa itu dengan tautan video dari luar negeri tentang cara membuat crop circle.

Di antaranya dengan menekan tanaman pakai balok sehingga merebah satu arah.

Hingga saat ini, belum ada satu pihak pun bisa memastikan apakah itu benar jejak UFO atau hasil bikinan manusia. Jika itu hasil buatan manusia, kemungkinan padi tersebut banyak yang patah dan rusak.

Dari pantauan Tribun, lokasi sekitar penemuan crop circle makin ramai dikunjungi warga. Police line masih terpasang di lokasi untuk menghindari warga masuk ke areal sawah.

Editor: Anwar Sadat Guna

Sumber : www.tribunnews.com

 

Ditemukan Crop Circle kedua di Jogja

Last Updated on Wednesday, 26 January 2011 01:12

Tags: crop circle | crop circle kedua | jogja | ufo

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Warga kembali menemukan lingkaran misterius atau fenomena crop circle di Yogyakarta. Kalau yang pertama di Berbah, Sleman, kali ini crop circle ditemukan di area persawahan Piyungan, Bantul.

Lingkaran misterius tersebut ditemukan Selasa (25/1/2011) sekitar pukul 13.00. Lokasi crop circle kedua terletak di area persawahan Desa Wanujoyo, Srimartani, Piyungan, Bantul. Jaraknya sekitar 5 kilometer dari crop circle pertama yang ditemukan Minggu lalu.

Bentuknya hampir sama, berupa lingkaran, tetapi dengan ukuran lebih kecil, 30 meter sampai 40 meter, tidak seperti di Berbah yang sekitar 60 meter.

Sumber : www.kompas.com

   

Apakah Crop Circle di Jogja itu jejak UFO?

Last Updated on Wednesday, 26 January 2011 01:07

Tags: crop circle | jogja | ufo

Oleh Yuni Ikawati

Pola lingkaran misterius yang dikenal dengan istilah crop circle yang ditemukan di lahan pertanian di Sleman, Yogyakarta, perlu dibuktikan apakah itu ulah manusia, faktor alam, atau jejak UFO. Nyatanya, meski crop circle banyak ditemukan di sejumlah tempat di bumi ini, fenomena itu tetap menjadi teka-teki.

Kepala Laboratorium Hidrometeorologi Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada yang juga Guru Besar Geografi UGM Sudibyakto, Senin (24/1), mengatakan, munculnya pola lingkaran misterius yang simetris di areal sawah Dusun Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman, DI Yogyakarta, itu jangan serta-merta dihubungkan dengan benda terbang tak dikenal atau UFO. Perlu kajian lebih lanjut.

Menurut dia, pola crop circle, secara ilmiah dapat terjadi pada pusat pusaran angin puting beliung (zona depresi). Puting beliung di belahan bumi selatan, misalnya di Pulau Jawa, arah pusarannya searah jarum jam, sedangkan di belahan bumi utara arahnya berlawanan dengan arah jarum jam. Namun, crop circle di Sleman berpola simetris.

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Yogyakarta Tony A Wijaya berpendapat lain. Ia mengatakan, kemungkinan kejadian itu diakibatkan angin amat kecil sebab pola rebahan berbeda-beda.

Sementara itu, Kepala Program Studi Meteorologi ITB Plato Martuani Siregar mengatakan, pola geometris di tengah sawah itu kemungkinan disebabkan adanya angin turun yang bergerak melingkar hingga membentuk pola-pola geometris. Proses terjadinya angin turun sangat singkat, antara 2-3 jam.

Dosen Astronomi ITB lainnya, Taufiq Hidayat, menilai terlalu jauh mengaitkan munculnya lingkaran geometris di Sleman dengan kehadiran alien dan UFO. ”Lingkaran ini lebih berupa fenomena seni, ini buatan manusia,” ujarnya.

Melihat pola yang ada, Dosen Program Studi Astronomi Institut Teknologi Bandung, Ferry M Simatupang, mengatakan, pola itu pasti dibuat atau artifisial.

Menurut Ferry, memang ada sejumlah pengakuan pembuatan lingkaran simetris itu. Namun, jika dibandingkan dengan antara lingkaran simetris yang coba dibuat oleh manusia dan lingkaran simetris yang tidak diketahui pembuatnya, bedanya sangat jauh, seperti adanya lengkungan tanaman ataupun patahnya batang tanaman di sekitarnya.

Penyelidikan Lapan

Crop circle tergolong memiliki tingkat kerumitan tinggi. Menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Adi Sadewo Salatun, lingkaran itu sulit diwujudkan dalam waktu semalam oleh tangan manusia dan tanpa diketahui warga sekitar lokasi.

Sepengetahuannya, ini kejadian yang pertama di kawasan persawahan dan baru dilaporkan terjadi di Indonesia. Tahun 1980-an pernah ditemukan pada ladang jagung di Pacitan. Temuan serupa di Inggris dan Amerika Serikat berlokasi di ladang gandum yang kering.

Adi telah menunjuk Kepala Pusat Sain Antariksa Lapan Sri Kaloka untuk meninjau lokasi. Sri Kaloka yang dihubungi terpisah mengatakan akan membentuk tim dan akan berangkat ke lokasi pada Selasa ini.

Dalam penyelidikan di lapangan, jelas Sri, akan dilihat apakah ada tanda pada crop circle yang mengarah pada dua kemungkinan itu, yaitu ada batang patah atau rusak atau tanda hangus seperti terkena panas gelombang mikro.

Setiap muncul lingkaran geometris di tengah lahan pertanian langsung dikaitkan dengan adanya alien atau makhluk luar angkasa. Kondisi itu terjadi karena pola lingkaran yang muncul rumit, sangat simetris, terjadi dalam waktu sangat singkat, dan berlangsung di tempat gelap.

Pada 1991, Doug Bower dan Dave Chorley mengaku bertanggung jawab atas pola-pola geometris di tengah ladang di Inggris. Mereka membuat itu agar orang berpikiran bahwa alien pernah mendarat di tempat itu.

Kondisi ini membuat kolumnis LiveScience, Benjamin Radford, dalam tulisannya The World’s Greatest Hoaxes pada 19 Oktober 2009, menempatkan lingkaran geometris yang diduga dibuat alien sebagai salah satu kebohongan (hoax) besar di dunia.

Sumber : www.kompas.com

 

Jerboa, Makhluk aneh dari China

Last Updated on Wednesday, 26 January 2011 01:19

Tags: alien dan makhluk aneh | artikel | Jerboa | Makhluk aneh dari China | misteri dunia | ufo

Beberapa ekor hewan pengerat yang sangat langka, Jerboa, kemarin menampakkan diri mereka di Gunung Flames (Huoyanshan) di Kota Turpan, Daerah Otonomi Xinjiang Uygur, China. Sebagaimana yang diberitakan Xinhua, Kamis (14/5),  makhluk langka ini cukup menarik para pengunjung dan penduduk di kawasan tersebut. Pasalnya. Hewan pengerat ini dalam kondisi terancam punah dan masuk daftar merah. Makhluk padang pasir yang aneh ini juga berhasil diabadikan beberapa orang yang melihatnya di lokasi tersebut. Jerboa yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Euchoreutes naso ini bercirikan kuping panjang dengan bentuk dan ukuran mirip tikus, namun memiliki bentuk tangan dan kaki mirip kanguru serta berekor panjang. Ilmuwan dari Zoological Society of London (ZSL), Jonathan Baillie menyatakan bahwa panjang dari binatang kecil ini membantu peneliti untuk mempelajari seputar misteri Jerboa. Spesies ini tergolong langka.

Binatang yang sulit ditemukan ini pernah difilmkan dalam padang pasir Gobi selama ekspedisi yang dipimpin oleh Jonathan Bailie. Hingga kini, makhluk ini terbukti masih sulit untuk dipelajari. Sebab, bentuknya kecil, hidupnya di malam hari, dan lingkungan kehidupan padang pasir yang kejam juga dijalaninya sehari-hari.Jonathan menambahkan binatang Jerboa ini memang menakjubkan. Sedikit rambut di kakinya hampir mirip sepatu salju, yang membantu mereka melimpat diantara gurun. Kemudian telinga mereka yang besar membantu pendengaran mereka menjadi tajam tentang apa yang terjadi di sekitarnya. Rata-rata panjang tubuh hewan ini mencapai 70 mm (2,8 inchi) hingga 90 mm (3,5 inchi). Sementara panjang ekornya dua kali lipat antara 150 mm (5,9 inchi) hingga 163 mm (6,4 inchi).

   

Page 1 of 3

Members : 4
Content : 463
Web Links : 2
Content View Hits : 222735

Kesehatan

Sejarah

  • Manusia Purba di Indonesia Penelitian manusia purba di Indonesia dilakukan oleh : 1.         Eugena Dobois, Dia adalah yang...

Gosip

Misteri Dunia

Islam

  • ISLAM DATANG, PAGAN HILANG Orang-orang Yahudi di negeri-negeri Arab merupakan kaum imigran yang besar, kebanyakan mereka tinggal...