
Front-wheel-drive car
280-horsepower 3.5-liter V6 engine
5-speed automatic transmission

Price: USD 35,000 range
Engine: Pentastar 3.3-liter V6 engine with MultiAir technology
Horse Power: approximately 300 horsepower
Last Updated on Tuesday, 22 February 2011 15:53
Sebuah makhluk aneh nan misterius ditemukan oleh seorang nelayan China. Makhluk tersebut sangatlah aneh dan berwujud seperti gabungan antara dinosaurus dan kura-kura. Sun Yongcheng sedang menangkap ikan di danau Weishan Propinsi Anhui, ketika dikejutkan oleh hasil tangkapan yang tak lazim. Penduduk menamakannya sebagai buaya penyu. Melihat dari bentuknya, diyakini bahwa hewan itu bukan merupakan hewan asli dari daerah tersebut. Menurut petugas dinas perikanan setempat, spesies aneh itu berasal dari Amerika Utara, dan mungkin saja merupakan binatang peliharaan seseorang yang kemudian terdampar di danau. Bisa jadi melihat perwujudannya yang tak lazim, makluk aneh seberat 7 kg tersebut bisa membahayakan bagi kelangsungan ekosistem lokal.
“Aku tiba-tiba terkejut ketika sesuatu yang hitam dan besar dan menakutkan tersangkut di jala. Perlu usaha keras untuk mengelurakn hewan tersebut,” kata Sun. Menurut juru bicara Bro Pemancingan Jining, penemuan ini merupakan kasus pertama yang ditemukan di danau yang menjadi pusat sistem perairan lokal.
“Seseorang mungkin telah membuangnya ke danau, yang sesungguhnya dapat membahayakan ekologi lokal,” tambahnya.
sumber : www.koranbaru.com
Last Updated on Wednesday, 26 January 2011 02:05
Terbang melesat di kegelapan malam, sebuah bola api menakhjubkan melintas di tenggara Amerika Serikat (12/1) malam silam, membuat terpesona para pengamat perbintangan.
Pihak berwenang mengatakan, kilatan cahaya misterius yang dapat dilihat dari Oklahoma hingga Florida itu, kemungkinan besar adalah meteorit.
Benda yang diperkirakan tidak lebih besar dari kerikil tersebut telah nyasar dari kumpulan puing hujan meteor belum lama ini.
Beberapa orang melaporkan, semburat hijau dari kilatan cahaya itu, menunjukkan bahwa benda tersebut mengandung tembaga.
Benda angkasa ini diabadikan oleh Bryan Bergon, saat ia sedang keluar memperhatikan rasi bintang Orion.
Badan Meteorolgi Nasional mengatakan bahwa mereka telah menerima puluhan telepon mengenai obyek tak dikenal tersebut.
Randle Drane, Emergency Management Director Distrik Copiah, Mississippi, mengatakan warga telah melihat kilatan cahaya yang disusul bunyi ledakan secara tiba-tiba.
“Dinas Pemadam Kebakaran berusaha menelusuri benda mengejutkan itu dengan berbagai upaya,” ujar Mr. Drane.
Sherif dari Distrik Sebastian, Arkansas, mengatakan hampir dapat dipastikan meteorit yang telah menghantam Poteau Mountain, Oklahoma.
Banyak laporan secara tidak benar menyebut benda itu adalah sebuah meteor. Perbedaannya adalah apakah benda itu membentur Bumi atau tidak.
Jika benda itu menguap di atmosfir Bumi, berarti benda itu adalah sebuah meteor. Jika telah mencapai permukaan Bumi, berarti benda tersebut adalah meteorit. (Meteorit adalah sebuah obyek--yang terlalu kecil disebut sebagai asteroid—bergerak melintasi ruang angkasa namun tidak memasuki atmosfir Bumi). (Erabaru/DM/sua)
Sumber : erabaru
Last Updated on Wednesday, 26 January 2011 01:57
TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Entah benar atau tidak, tiba-tiba saja seorang mahasiswa asal Yogyakarta mengaku sebagai orang yang 'mendesain' crop circle di Desa Jogotirto, Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta yang bikin heboh masyarakat sekitar.
Dalam sebuah situs, mahasiswa tersebut mengatakan bahwa "jejak UFO" di areal persawahan tersebut dibikin oleh mahasiswa Sains MTK dan Pertanian.
Seperti dikutip situs StudentMagz.com, Selasa (25/1/2011), ide membuat crop circle itu muncul ketika dia sedang berlibur. "Dari pada pusing mikirin Gayus, mending bikin heboh aja," kata mahasiswa MIPA di sebuah kampus di Yogyakarta.
Adapun alasan lain ia membuat pola unik tersebut, yakni, ingin mempraktekan kemampuan matematika terapan dan keahlian desain, termasuk di antaranya cari sensasi.
Mahasiswa itu mengaku, pola unik yang saling simetris berdiameter 30-an meter itu ia buat bersama enam teman. Namun bagaimana cara membuat pola itu, mahasiswa ini enggan menjelaskan.
Situs StudentMagz melengkapi pengakuan mahasiswa itu dengan tautan video dari luar negeri tentang cara membuat crop circle.
Di antaranya dengan menekan tanaman pakai balok sehingga merebah satu arah.
Hingga saat ini, belum ada satu pihak pun bisa memastikan apakah itu benar jejak UFO atau hasil bikinan manusia. Jika itu hasil buatan manusia, kemungkinan padi tersebut banyak yang patah dan rusak.
Dari pantauan Tribun, lokasi sekitar penemuan crop circle makin ramai dikunjungi warga. Police line masih terpasang di lokasi untuk menghindari warga masuk ke areal sawah.
Editor: Anwar Sadat Guna
Sumber : www.tribunnews.com
Last Updated on Wednesday, 26 January 2011 01:12
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Warga kembali menemukan lingkaran misterius atau fenomena crop circle di Yogyakarta. Kalau yang pertama di Berbah, Sleman, kali ini crop circle ditemukan di area persawahan Piyungan, Bantul.
Lingkaran misterius tersebut ditemukan Selasa (25/1/2011) sekitar pukul 13.00. Lokasi crop circle kedua terletak di area persawahan Desa Wanujoyo, Srimartani, Piyungan, Bantul. Jaraknya sekitar 5 kilometer dari crop circle pertama yang ditemukan Minggu lalu.
Bentuknya hampir sama, berupa lingkaran, tetapi dengan ukuran lebih kecil, 30 meter sampai 40 meter, tidak seperti di Berbah yang sekitar 60 meter.
Sumber : www.kompas.com
Last Updated on Wednesday, 26 January 2011 01:07
Oleh Yuni Ikawati
Pola lingkaran misterius yang dikenal dengan istilah crop circle yang ditemukan di lahan pertanian di Sleman, Yogyakarta, perlu dibuktikan apakah itu ulah manusia, faktor alam, atau jejak UFO. Nyatanya, meski crop circle banyak ditemukan di sejumlah tempat di bumi ini, fenomena itu tetap menjadi teka-teki.
Kepala Laboratorium Hidrometeorologi Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada yang juga Guru Besar Geografi UGM Sudibyakto, Senin (24/1), mengatakan, munculnya pola lingkaran misterius yang simetris di areal sawah Dusun Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman, DI Yogyakarta, itu jangan serta-merta dihubungkan dengan benda terbang tak dikenal atau UFO. Perlu kajian lebih lanjut.
Menurut dia, pola crop circle, secara ilmiah dapat terjadi pada pusat pusaran angin puting beliung (zona depresi). Puting beliung di belahan bumi selatan, misalnya di Pulau Jawa, arah pusarannya searah jarum jam, sedangkan di belahan bumi utara arahnya berlawanan dengan arah jarum jam. Namun, crop circle di Sleman berpola simetris.
Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Yogyakarta Tony A Wijaya berpendapat lain. Ia mengatakan, kemungkinan kejadian itu diakibatkan angin amat kecil sebab pola rebahan berbeda-beda.
Sementara itu, Kepala Program Studi Meteorologi ITB Plato Martuani Siregar mengatakan, pola geometris di tengah sawah itu kemungkinan disebabkan adanya angin turun yang bergerak melingkar hingga membentuk pola-pola geometris. Proses terjadinya angin turun sangat singkat, antara 2-3 jam.
Dosen Astronomi ITB lainnya, Taufiq Hidayat, menilai terlalu jauh mengaitkan munculnya lingkaran geometris di Sleman dengan kehadiran alien dan UFO. ”Lingkaran ini lebih berupa fenomena seni, ini buatan manusia,” ujarnya.
Melihat pola yang ada, Dosen Program Studi Astronomi Institut Teknologi Bandung, Ferry M Simatupang, mengatakan, pola itu pasti dibuat atau artifisial.
Menurut Ferry, memang ada sejumlah pengakuan pembuatan lingkaran simetris itu. Namun, jika dibandingkan dengan antara lingkaran simetris yang coba dibuat oleh manusia dan lingkaran simetris yang tidak diketahui pembuatnya, bedanya sangat jauh, seperti adanya lengkungan tanaman ataupun patahnya batang tanaman di sekitarnya.
Penyelidikan Lapan
Crop circle tergolong memiliki tingkat kerumitan tinggi. Menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Adi Sadewo Salatun, lingkaran itu sulit diwujudkan dalam waktu semalam oleh tangan manusia dan tanpa diketahui warga sekitar lokasi.
Sepengetahuannya, ini kejadian yang pertama di kawasan persawahan dan baru dilaporkan terjadi di Indonesia. Tahun 1980-an pernah ditemukan pada ladang jagung di Pacitan. Temuan serupa di Inggris dan Amerika Serikat berlokasi di ladang gandum yang kering.
Adi telah menunjuk Kepala Pusat Sain Antariksa Lapan Sri Kaloka untuk meninjau lokasi. Sri Kaloka yang dihubungi terpisah mengatakan akan membentuk tim dan akan berangkat ke lokasi pada Selasa ini.
Dalam penyelidikan di lapangan, jelas Sri, akan dilihat apakah ada tanda pada crop circle yang mengarah pada dua kemungkinan itu, yaitu ada batang patah atau rusak atau tanda hangus seperti terkena panas gelombang mikro.
Setiap muncul lingkaran geometris di tengah lahan pertanian langsung dikaitkan dengan adanya alien atau makhluk luar angkasa. Kondisi itu terjadi karena pola lingkaran yang muncul rumit, sangat simetris, terjadi dalam waktu sangat singkat, dan berlangsung di tempat gelap.
Pada 1991, Doug Bower dan Dave Chorley mengaku bertanggung jawab atas pola-pola geometris di tengah ladang di Inggris. Mereka membuat itu agar orang berpikiran bahwa alien pernah mendarat di tempat itu.
Kondisi ini membuat kolumnis LiveScience, Benjamin Radford, dalam tulisannya The World’s Greatest Hoaxes pada 19 Oktober 2009, menempatkan lingkaran geometris yang diduga dibuat alien sebagai salah satu kebohongan (hoax) besar di dunia.
Sumber : www.kompas.com
Page 1 of 9